Hal itu disampaikan Koordinator Gema Sabilulungan Rahmat Jabaril di RM Ponyo, Jalan Malabar, Senin (22/7/2008). "Pemerintah kota kemarin lebih punya watak destruktif bukan konstruktif. Ini mencerminkan seorang pemimpin yang tidak amanah dan tidak pro rakyat," paparnya.
Dia mencontohkan bentuk destruktif yang dilakukan pemimpin sebelumnya adalah ketika pemerintah tidak pernah mengajak dialog jika terdapat sebuah proyek. "Yang ada cuma sosialisasi, ada proyek, sosialisasi lagi, dan tidak ada dialog dengan masyarakat," protesnya.
Selain itu, kata dia, citra yang dimiliki Bandung bukanlah citra yang positif, namun negatif. Ini terjadi pada saat sampah di kota Bandung mengalami penumpukan. "Sehingga bukan lagi Bandung lautan api, Bandung lautan sampah jadinya," ujarnya.
Dalam diskusi ini dihadiri juga oleh dua orang calon yang akan berlaga di Pilwalkot mendatang, yaitu dari calon wakil walikota Nahadi dan calon walikota Bandung Taufikurahman.
(ahy/ern)










































