Yarmadi mengaku dirinya diserang oleh bobotoh sebanyak dua kali. Mobil Renault 12 TL keluaran tahun 1984 berwarna kuning rupanya bernomor polisi B. Dirinya disangka orang Jakarta.
"Saya baru pulang dari Tegal, tiba-tiba di depan Pasar Ujung Berung kaca spion sebelah kanan di pecah oleh sekelompok bobotoh. Bukan hanya itu saat saya melintas Arcamanik, kaca belakang saya dilempar batu berukuran tiga kali kepalan orang dewasa," kata Yarmadi saat ditemui detikbandung di Mapolwiltabes Bandung, Jalan Jawa, usai melaporkan kejadian yang menimpanya, Senin (21/7/2008) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dua kejadian yang dialaminya, setibanya di Cicaheum, dirinya langsung memodifikasi plat nomor polisi mobilnya. Huruf B dia akali menjadi D dengan menghilangkan garis huruf menggunakan selotip hitam.
Setelah mengalami kejadian ini, Yarmadi mengaku akan menuntut Persib bertanggung jawab.
"Saya akan tuntut Persib untuk mempertanggungjawabkan hal ini. Kalau perlu tidak ada yang namanya sepak bola jika pendukungnya tidak dewasa," katanya geram.
Sampai pukul 00.30 WIB, Polwiltabes Bandung baru memintai keterangan dari tiga orang yang diduga melakukan aksi vandalisme seusai pertandingan Persib melawan Persija.
Persib kalah 3-2 dalam pertandingan itu. Hal tersebut memicu kemarahan dari bobotoh. Aksi konvoi kendaraan sampai merusak fasilitas umum menjadi pelampiasan.
Sebelumnya suasana sempat tegang di Stadion Siliwangi, tempat pertandingan berlangsung. Aksi lempar batu ke tengah lapangan menimbulkan korban. Bukan hanya penonton, aparat keamanan dan wartawan pun menjadi korban. Informasi yang diperoleh, tiga orang anggota Samapta dan dua orang anggota TNI luka di bagian kepala akibat lemparan batu dan botol.
Sampai saat ini belum diketahui berapa persisnya jumlah korban ataupun kerusakan yang ditimbulkan oleh bobotoh. Polwiltabes Bandung masih terus menginventarisir dan menerima pengaduan dari masyarakat. (afz/lom)











































