'Tak Ada Warga Beternak Babi'

Heboh Babi Ngepet

'Tak Ada Warga Beternak Babi'

- detikNews
Minggu, 20 Jul 2008 14:09 WIB
Tak Ada Warga Beternak Babi
Bandung - Berkeliarannya babi di pemakaman etnis tionghoa TPU Cikadut pada Jumat Sore (18/7/2008), membuat warga sekitar khususnya RT 03 RW 01 Pasirkaliki Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung geger. Selain tak ada warga yang beternak babi, hutan kecil pun berjarak 80 kilometer dari Desa Cikadut.

Ketua RT 03 Dodi Sopandi saat ditemui di sela-sela penguburan babi, di TPU Cikadut, Minggu (20/7/2008), mengatakan sepengetahuan dirinya tak ada warganya yang beternak babi apalagi memelihara babi hutan.

"Engga ada warga kita yang memelihara babi apalagi pelihara babi hutan," ujarnya. Menurut Dodi sejak dia tinggal di Desa Cikadur pada 1960-an, belum pernah ada babi hutan yang nyasar ke pemukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diamini oleh sesepuh kampung, Mamat (58). Menurutnya sangat mustahil ada babi hutan yang berkeliaran di dekat pemukiman warga. Sebab, hutan yang paling dekat di daerah sana berjarak 80 kilometer. "Hutannya juga kecil namanya hutan Palasari," ujarnya.

Lagipula, kata dia, sejak dia tinggal di daerah tersebut pada tahun 1960, belum pernah dia mendengar warga menemukan hewan buas di hutan tersebut. "Dulu pernah ada yang beternak babi, tapi itu katanya sebelum tahun 45. Tapi kini sekarang engga ada lagi," tuturnya.

Karenanya, kata dia, warga percaya jika babi yang ditemukan itu adalah babi ngepet. Untuk membuktikannya, lanjut Mamat, semalam warga yang mempunyai anjing aduan mencoba mendekatkan anjingnya ke bangkai babi.

"Anjingnya engga merespon, hanya mencium saja. Kalau itu bangkai babi, pasti direspon cepat. Anjing aduan kan biasa dengan bau babi," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat Sore salah seorang warga melihat seekor babi yang berkeliaran di tempat pekamaman umum (TPU) Cikadut pada Jumat Sore (18/7/2008). Kemudian sekitar 50 warga mengepung babi tersebut. Terjdilah kejar-kejaran, sehingga babi tersudut pada sebuah gang buntu. Berusaha melawan, babi sempat menyeruduk warga. Namun kepalanya malah membentur tembok dan pagar. Kepala babi terluka dan 30 menit kemudian babi tewas.

Dikabarkan tak hanya seekor, warga lainnya melihat ada dua ekor. Namun pada saat pengejaran, seekor babi lainnya berhasil melarikan diri. Hingga kini belum diketahui apakah ada warga yang memelihara ternak babi di daerah sana. Warga sendiri meyakini babi temuan mereka merupakan babi ngepet.

Dalam mitos masyarakat, babi ngepet dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau untuk mencari kemuliaan. Dalam mitos itu diyakini jika babi tersebut merupakan jelmaan dari manusia yang tengah menempuh ilmu atau mencari kemuliaan.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads