Sekitar pukul 12.30 WIB, bangkai babi dikuburkan di belakang krematorium TPU Cikadut, Jalan Cikadut, Minggu (20/7/2008). Penguburan bangkai babi ini diikuti oleh sekitar 20 warga. Mereka membuat lubang ukuran 1,2x1,2 meter dengan kedalaman 1 meter.
Saat bangkai babi akan dikuburkan, dua orang warga turun ke lubang untuk menerima bangkai babi. Babi dikuburkan dengan kain kafan dan juga diselimuti terpal kuning. Kemudian tali terpal kuning dibuka. Begitu pula tali kafan di atas kepala babi pun dibuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanah pun diurug dan sedikit ditinggikan membentuk sebuah makam. Dua batang bambu ditancapkan di bagian ujung-ujung kuburan. Kemudian bunga ditaburkan di atas makan dan dua gelas air pun disiramkan.
Mamat kemudiab memimpin doa. Alfatihah pun dibaca bersama-sama seluruh warga yang hadir. "Walaupun ini adalah hewan dan tidak ada yang mengambil dan bertanggung jawab, tetap hewan ini ada yang memilikinya yaitu Tuhan. Kita ikhlaskan dengan matinya si babi ini. Dengan matinya babi ini kita engga akan khawatir lagi untuk ke depan. Mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti ini lagi," ujar Mamat saat memimpin doa.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat Sore salah seorang warga melihat seekor babi yang berkeliaran di tempat pekamaman umum (TPU) Cikadut pada Jumat Sore (18/7/2008). Kemudian sekitar 50 warga mengepung babi tersebut. Terjdilah kejar-kejaran, sehingga babi tersudut pada sebuang gang buntu. Berusaha melawan, babi sempat menyeruduk warga. Namun kepalanya melah membentu tembok dan pagar. Kepala babi terluka dan 30 menit kemudian babi tewas.
Dikabarkan tak hanya seekor, warga lainnya melihat ada dua ekor. Namun pada saat pengejaran, seekor babi lainnya berhasil melarikan diri. Hingga kini belum diketahui apakah ada warga yang memelihara ternak babi di daerah sana. Warga sendiri meyakini babi temuan mereka merupakan babi ngepet.
Dalam mitos masyarakat, babi ngepet dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau untuk mencari kemuliaan. Dalam mitos itu diyakini jika babi tersebut merupakan jelmaan dari manusia yang tengah menempuh ilmu atau mencari kemuliaan. (ern/ern)











































