Sekitar pukul 11.30 WIB, babi yang diangkut dengan menggunakan kain terpal kuning lalu diikatkan pada sebatang bambu, dua orang warga menggotong babi ke kuburannya di belakang krematorium TPU Cikadut, Minggu (20/7/2008). Tampak dua puluh warga ikut di mengantar.
Sebelumnya, bangkai babi yang sudah mengeluarkan bau busuk dan dikerubuti lalat tersebut diolesi minyak yang biasa dipakai untuk mayat serta ditaburi kapur barus. Kemudian, babi tersebut dikafani olen kain putih dengan panjang 5 meter.
"Kita kan engga tahu apakah babi ini benar-benar babi atau babi jadi-jadian," ujar Ketua RT 3 RW 1 Pasirkaliki Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Dodi Sopandi, saat ditanya alasan perlakuan terhadap bangkai babi tersebut.
Tepat di belakang krematorium di kawasan perkebunan singkong milik penduduk, beberapa warga sudah menggali lubang berukuran 1,2x 1,2 meter. Hingga pukul 11.46 WIB, bangkai babi belum dikuburkan. Karena masih menggali lubang. Rencananya bangkai babi tersebut akan didoakan sebelum dikuburkan. Tampak ada warga yang membawa satu keresek kecil bunga. Β
(ern/ern)











































