Hingga Minggu Pagi, Bangkai Babi Belum Dikuburkan

Heboh Babi Ngepet

Hingga Minggu Pagi, Bangkai Babi Belum Dikuburkan

- detikNews
Minggu, 20 Jul 2008 10:36 WIB
Hingga Minggu Pagi, Bangkai Babi Belum Dikuburkan
Bandung - Bangkai babi yang sempat menggegerkan warga RT 03 RW 01 Pasirkaliki Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung hingga Minggu (20/7/2008) Pagi belum juga dikuburkan. Bangkai pun sudah tercium bau busuk karena dua hari tak dikuburkan. Warga percaya jika babi yang mereka lihat dan kejar kemudian tewas pada Jumat Sore (18/7/2008) adalah babi ngepet.

Dalam mitos masyarakat, babi ngepet dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau untuk mencari kemuliaan. Dalam mitos itu diyakini jika babi tersebut merupakan jelmaan dari manusia yang tengah menempuh ilmu atau mencari kemuliaan.

Belum dikuburkannya bangkai babi, menurut salah seorang warga, Ade Wawo karena warga masih menunggu siapa pemilik babi ini. "Kita siap untuk menyerahkan pada pemiliknya. Kalau ada yang mau ambil, silahkan," ujarnya kepada detikbandung ditemui di komplek pemakaman TPU Cikadut, Minggu (20/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, kata dia, bangkai babi masih disimpan di sebuah tempat yang sepi di Kampung Sebok dan dijaga beberapa orang warga. Karena sudah menjadi bangkai sejak dua hari lalu, Ade mengatakan bangkai babi sudah mengeluarkan bau busuk.

"Kalau tetap engga ada yang mengaku, siang ini terpaksa kita akan kuburkan. Rencananya akan dikuburkan di belakang krematorium TPU Cikadut," jelasnya.

Kini sudah ada beberapa warga yang bersiap menunggu bangkai babi dari Kampung Sebok. Terlihat sebuah bambu sudah disiapkan untuk mengangkut babi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat Sore salah seorang warga melihat seekor babi yang berkeliaran di tempat pekamaman umum (TPU) Cikadut. Kemudian sekitar 50 warga mengepung babi tersebut. Terjdilah kejar-kejaran, sehingga babi tersudut pada sebuang gang buntu. Berusaha melawan, babi sempat menyeruduk warga. Namun kepalanya melah membentu tembok dan pagar. Kepala babi terluka dan 30 menit kemudian babi tewas.

Dikabarkan tak hanya seekor, warga lainnya melihat ada dua ekor. Namun pada saat pengejaran, seekor babi lainnya berhasil melarikan diri. Hingga kini belum diketahui apakah ada warga yang memelihara ternak babi di daerah sana. Warga sendiri meyakini babi temuan mereka merupakan babi ngepet. (ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini