Saat ini babi berukuran 1, 20 meter ini diungsikan ke bangunan kosong yang jaraknya satu kilometer dari tempat awal penemuan. Satu kain batik dan tikar tampak membungkus tubuhnya.
"Kami sengaja jauhkan, agar warga tidak bergerombol. Sebab, siapa tahu nanti keluarga dari babi ngepet ini akan datang mengambil. Kalau masih ada kerumunan warga, mungkin yang mau mengambil jadi malu," kata Dodi Sopandi yang merupakan Ketua RT 03 RW 01, Kampung Babakan Pasirkaliki, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (19/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila esok tidak kunjung datang, terpaksa babi berwarna gelap itu harus dikubur. "Babi akan dikubur di tanah wakaf yang lokasinya berada tak jauh dari pertama kali babi ditemukan," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Jumat sore (18/7/2008), warga Kampung Babakan Pasirkaliki di gemparkan dengan penemuan seekor babi yang diduga babi ngepet. Babi tersebut tewas terbentur tembok dan pagar ketika menghindari gempuran warga.
(bbp/ema)











































