Hal tersebut diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat, Mamat A (58). "Hal ini untuk menjaga kalau-kalau si babi hidup lagi dan mencegah kalau ada orang yang mengambilnya," jelas Mamat saat ditemui di kampung Pasirkaliki, Sabtu (19/7/2008).
Menurut Mamat, sebenarnya yang ditemukan berkeliaran oleh warga ada dua ekor. Saat berkeliaran, dua ekor babi tersebut berjalan beriringan. Namun ketika akan ditangkap oleh warga , yang ketahuan cuma satu ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah satu jam pengejaran babi pun bisa ditangkap. Saat dikejar kepala babi tersebut terbentur tembok dan pagar sehingga meninggalkan luka sobek. Setengah jam setelah ditangkap babi pun tewas. Saat ini mayat babi disimpan di pemakaman warga Tionghoa.
Warga yang ingin menyaksikan penemuan babi ngepet tersebut saat terus berdatangan dan bertambah banyak. Perwakilan dari Polsek Cimenyan pun sudah mendatangi lokasi penemuan. (ema/ema)











































