Pendatang yang sepintas lewat di dekat GOR Saparua tidak akan menyangka bahwa tempat ini telah menjadi saksi karya banyak seniman-seniman sukses. Dari kelompok band yang masih eksis dan akrab di kalangan mudasaat ini, sebut saja Mocca atau Pure Saturday. Tentu saja masih masih banyak nama-nama lain.
Salah seorang yang punya ikatan dengan bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 8975 meter itu adalah presenter berambut unik Edi Brokoli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimnya fasilitas memadai untuk kegiatan-kegiatan publik di Bandung, dinilai Edi adalah salah satu penyebab tragedi AACC terjadi. "Saya jadi berpikir, coba ada tempat memadai yang bisa dipakai takkan ada kejadian begini," lanjutnya.
Bersama teman-temannya di Gimmick, Edi akan menggelar sebuah event yang berjudul Bandung Youth Park Fest pada Agustus mendatang. Acara yang juga menjadi penutup Helarfest 2008 ini ditargetkan menjadi pemicu akan perhatian yang lebih serius dari pemerintah kota untuk mengoptimalkan kembali fungsi GOR Saparua.
"Yang namanya fasilitas publik tidak lepas dari tanggung jawab pemerintah. Tetapi masyarakat sebagai pengguna juga harus bertanggung jawab dan tidak merusak. Karena itu harus ada koordinasi yang bagus antara pemerintah dengan komunitas," ujar Edi berharap. (lom/lom)











































