Revitalisasi GOR Saparua Wajib

Helarfest 2008

Revitalisasi GOR Saparua Wajib

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2008 12:22 WIB
Revitalisasi GOR Saparua Wajib
Bandung - Meski dalam kondisi memperihatinkan, GOR Saparua tetap menjadi tuan rumah berbagai event. Ini menunjukkan revitalisasi gedung yang sudah dipakai sejak 1960-an itu adalah keharusan.

Pendatang yang sepintas lewat di dekat GOR Saparua tidak akan menyangka bahwa tempat ini telah menjadi saksi karya banyak seniman-seniman sukses. Dari kelompok band yang masih eksis dan akrab di kalangan mudasaat ini, sebut saja Mocca atau Pure Saturday. Tentu saja masih masih banyak nama-nama lain.

Salah seorang yang punya ikatan dengan bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 8975 meter itu adalah presenter berambut unik Edi Brokoli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saparua itu tempat gue main sejak dulu, aman tidak pernah ada korban. Separah-parahnya paling cuma lecet-lecet dikit, tetapi tidak pernah ada yang fatal seperti yang terjadi di AACC," ujar Edi mengenang betapa mengejutkannya tragedi yang merenggut nyawa 11 orang dalam satu acara Februari lalu.

Minimnya fasilitas memadai untuk kegiatan-kegiatan publik di Bandung, dinilai Edi adalah salah satu penyebab tragedi AACC terjadi. "Saya jadi berpikir, coba ada tempat memadai yang bisa dipakai takkan ada kejadian begini," lanjutnya.

Bersama teman-temannya di Gimmick, Edi akan menggelar sebuah event yang berjudul Bandung Youth Park Fest pada Agustus mendatang. Acara yang juga menjadi penutup Helarfest 2008 ini ditargetkan menjadi pemicu akan perhatian yang lebih serius dari pemerintah kota untuk mengoptimalkan kembali fungsi GOR Saparua.

"Yang namanya fasilitas publik tidak lepas dari tanggung jawab pemerintah. Tetapi masyarakat sebagai pengguna juga harus bertanggung jawab dan tidak merusak. Karena itu harus ada koordinasi yang bagus antara pemerintah dengan komunitas," ujar Edi berharap. (lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads