Media Boikot Pilkada, Pemilih Diprediksi 10 Persen

Media Boikot Pilkada, Pemilih Diprediksi 10 Persen

- detikNews
Sabtu, 12 Jul 2008 16:24 WIB
Bandung - Keterlibatan media dalam Pilwalkot ternyata sangat vital terhadap tingkat partisipasi pemilih. Hal itu disampaikan Pakar Komunikasi Unpad Dedi Mulyana. Menurutnya tingkat partisipasi pemilih diprediksi di bawah 10 persen jika media secara ekstrem memboikot Pilkada.

"Saya yakin jika media massa secara ekstrem memboikot pilkada, tingkat partisipasi pemilih jauh di bawah 10 persen. Tanpa media massa KPU tidak akan jalan," ujar Dedi saat Press Briefing di RM D'Palm, Jalan Lombok, Sabtu (12/7/2008).

Karenanya, kata dia, dalam pemberitaan mengenai Pilkada, media massa harus proporsional dan netral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Media massa jangan mau membuat berita yang mana menjelek-jelekan satu pasangan calon atau mengangkat satu pasangan calon karena dibayar," katanya.

Hal yang sama pun dikatakan Ketua KPU Bandung Benny Mustofa di tempat yang sama. Dia berharap media massa di Bandung bisa berperan aktif dalam Pilkada.

"Saya harap media massa menempatkan berita Pilkada pada saat pencoblosan nanti di headline. Serta dari sekarang terus menerus memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya keterlibatan mereka dalam Pilkada," tuturnya. (ern/ema)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini