Ditemui di kediamannya di RT 4 RW 23 Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani, Ismadianto menuturkan pada Rabu (02/07/2008) Siang, saat dirinya tengah membabat rumput untuk kambingnya. Dia mencium bau menyengat minyak tanah.
"Lalu saya cium arit, baunya makin tercium. Saya cari sumbernya, terus saya lihat parit. Saya melihat ada genangan air yang terpisah dari air, baunya menyengat sekali," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya selain bau minyak tanah, dirinya pun mencium bau solar. "Engga hanya minyak tanah, tapi saya mencium solar," katanya.
Karena ada panggilan untuk servis televisi, Ismadianto yang juga membuka servis televisi di rumahnya itu akhirnya pulang. Namun karena penasaran, malamnya dia kembali lagi ke lapangan dengan membawa satu jerigen ukuran tiga liter.
"Saya ambil penuh satu jerigen. Trus saya masukan ke kompor dan ternyata menyala seperti biasa," tutur Ismadianto.
Akhirnya keesokan harinya, Ismadianto melaporkan hal itu ke ketua RT dan RW. Selanjutnya pengurus RT dan RW melaporkan ke Polsek dan kelurahan. "Saya khawatir gas berbahaya karena lapangan itu biasa dipakai main bola anak-anak kampung," jelasnya. (ern/ern)











































