“Mengapa yang didatangi adalah baliho tim kita. Mengapa ribuan stiker yang tersebar di gang-gang milik Taufikurahman dan leaflet di pohon-pohon milik Hudaya tidak diekspos. Saya prihatin Panwas tidak cermat dan tak memahami duduk persoalan sebenarnya,” kata Koordinator TAH Tomtom Dabbul Qomar seperti yang dikutip detikbandung dalam situs resmi milik Dada Rosada, Jumat (4/7/2008).
Persoalan atribut kampanye yang marak beredar sebelum waktunya selalu menjadi persoalan yang dilematis menjelang pilkada. Seperti yang terjadi saat pilgub Jabar beberapa waktu lalu, semua pihak saling lempar tanggung jawab mengenai siapa yang berwenang mengaturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang ramai diberitakan, saat ini masalah penertiban atribut kampanye yang marak bermunculan di Kota Bandung seolah tidak ada yang mau bertanggung jawab. Semua tim kampanye dari ketiga pasangan membantah pemasangan itu dilakukan oleh pihaknya. Sedangkan dari dinas terkait kewalahan untuk menertibkan karena jumlahnya sangat banyak dan terus bermunculan tiap harinya.
(afz/ern)










































