Mereka lebih senang bila soal SNMPTN tersaji dengan bentuk braile. Selain itu, khusus soal matematika yang memerlukan penghitungan, mereka mengeluh kesulitan bila tidak dibantu alat hitung.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang peserta SNMPTN tunanetra Yustina Halawa. Usai mengikuti ujian di hari pertamanya siang tadi, ia mengaku soal yang tersulit dikerjakan ialah matematika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yustina, kalau pun dirinya memahami rumus matematika, tapi jika tidak ditunjang dengan alat bantu dirinya harus ekstra berpikir. "Khusus soal matematika, saya berharap panitia SNMPTN menyiapkan alat bantu berhitung untuk peserta tunanetra," ungkapnya.
Hal yang sama dituturkan peserta tunanetra lainnya, Adrian Tambing (21). Menurut Adrian, walau tambahan waktu 30 menit dirasakan sudah cukup, tetapi pengerjaan soal dengan panduan reader belum maksimal.
"Kalau saya sarankan, soal ujian untuk tunanetra baiknya pakai braile. Jelas, saya akan mudah mengerti. Lagipula kasihan reader atau pendamping yang sudah direpotkan oleh saya," jelasnya.
(bbp/ema)











































