Putra Wahyu Hidayat: Bu, Bapak Kenapa Dikubur?

Korban Casa 212

Putra Wahyu Hidayat: Bu, Bapak Kenapa Dikubur?

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 30 Jun 2008 10:29 WIB
Putra Wahyu Hidayat: Bu, Bapak Kenapa Dikubur?
Bandung - Wajah kebingungan terlihat pada bocah laki-laki berusia lima tahun itu. Tama (5) bertanya-tanya saat ayahnya Letkol Wahyu Hidayat diturunkan ke liang lahat. Rupanya anak semata wayang pasangan Wahyu dan Nadia Yurisa ini masih belum mengerti jika ayahnya telah meninggal dunia.

Upacara pemakaman kedua korban pesawat casa 212 yang jatuh di kaki Gunung Salak, Bogor, Letkol Wahyu Hidayat dan Lettu Sus Ronald Puar dipimpin oleh Danlanud Husein Sastranegara, Kolonel Pnb Yudi Husyadi, di TMP Cikutra, Jalan Cikutra, Senin (30/06/2008).

Makam keduanya terletak berdampingan. Suasana haru menyelimuti keluarga kedua korban. Masing-masing istri korban, Nadia Yurisa, istri Wahyu Hidayat dan Beral Fabiola, istri Ronald Puar terlihat tak kuasa menahan air matanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat peti jenazah berisin Wahyu Hidayat diturunkan ke liang lahat, tiba-tiba putera semata wayangnya, Tama menghampiri ibunya yang sedang terpekur di sisi makam. "Ibu, bapak kenapa di sana, bapak kenapa di sana," tanyanya sambil memegang tangan ibunya.

Melihat hal itu, salah seorang kerabat membujuk Tama untuk menjauh dan mengajaknya bermain tanah. Meski terlihat enggan, Tama akhirnya menjauh dari makam.

Pada kesempatan itu, Danlanud Husein Kolonel Pb Yudi Husyadi menyatakan keduanya adalah putra terbaik TNI AU. "Mereka gugur pada saat survey dan pemotretan melalui udara," ujarnya.

Danlanud pun menyampaikan belasungkawa kepada kedua istri korban dan meminta keduanya tabah.

(ern/ern)


Berita Terkait