Kapolsek Cidadap AKP Iyus Danial menuturkan rumah yang ditempati Boy ini merupakan rumah peninggalan Belanda, meski saat ini sudah tak terlihat lagi unsur bangunan Belanda karena sudah direnovasi.
"Rumah ini dulunya rumah tua peninggalan Belanda. Tapi setahu kami, kawasan sini bukan gudang senjata. Jadi kami tidak tahu bagaimana puluhan granat ini bisa tertanam di kawasan ini," ujarnya di lokasi, Jumat (27/06/2008).
Boy, menurutnya sudah menempati rumah tersebut selama 15 tahun. Sebelumnya rumah ini, kata dia, ditempati oleh pengusaha kacamata A Kasoem.
Rumah Boy berlantai dua dengan cat putih. Kini sudah tak terlihat lagi model bangunan Belanda. Halaman rumah sangat luas baik di depan maupun di belakang rumah. Ada satu buah kolam renang di halaman belakang.
Temuan 20 granat peninggalan Belanda yang disimpan dalam sebuah peti yang sudah rusak itu ditemukan tak jauh dari kolam renang. (ern/ern)











































