General Manager PLN Distribusi Jabar-Banten Budiman Bachrulhayat mengatakan pemadaman bergilir tak bisa dihindari hingga akhir 2009 atau awal 2010, karena Indonesia khususnya Jabar memasuki krisis energi listrik.
Karenanya, kata dia, dibutuhkan kesepahaman bersama antara PLN dan konsumen. "Pemadaman bergilir terus terang kami lakukan secara terpaksa, karena ini sulit kami hindari," ujarnya saat penandatanganan MoU dengan Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia (API) Jabar di kantor PLN Jabar-Banten, Jalan Asia Afrika, Rabu (25/06/2008).
Untuk menghindari pemadaman listrik tiba-tiba, lanjut dia, PLN membuat kesepakatan dengan lebih dari 200 industri tekstil di Jabar untuk mengurangi konsumsi listrik hingga 50 persen per minggu. Nantinya, ratusan perusahaan tersebut hanya akan memakai listrik setengah dari biasanya. Karenanya, akan terjadi pemadaman bergilir.
"Dengan pengurangan konsumsi ini, nantinya perusahaan kemungkinan besar tidak bisa beroperasi secara penuh dalam satu minggu. Bisa saja dua hari tidak beroperasi karena listriknya dipadamkan. Ini akan kami lakukan secara bergilir pada 249 perusahaan yang masuk dalam MoU," jelasnya.
Untuk penjadwalan giliran perusahaan mana yang akan dipadamkan, nantinya diatur oleh working group yang terdiri dari PLN, pemda, dan pengusaha. Nantinya pengusaha tidak akan dikagetkan lagi dengan adanya pemadaman listrik secara tiba-tiba. Karena sudah ada jadwal pasti kapan mendapat pemadaman bergilir.
Dengan sistem pengurangan konsumsi listrik di tingkat industri di Jabar ini, kata Budiman, diharapkan bisa mengurangi konsumsi 50 giga watt per jam. Â
Sementara pemadaman listrik yang dilakukan pada konsumen rumah tangga, penerangan jalan umum, serta bisnis lainnya, ditargetkan bisa mengurangi beban pemakaian listrik hingga 21 giga watt per jam.
"Dengan begitu target penghematan listrik pada 2008 hingga 1016 mega watt per jam bisa terlaksana," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ketua API Jabar Ade Sudrajat menyatakan kesepakatan ini bisa meminimalisir kerugian akibat adanya pemadaman total. "Pemakaian seluruh industri di Jabar itu 50 mega watt per hari. Jadi kalau diminta mengurangi 50 persen, kita hanya mengkonsumsi 25 mega watt per hari dan itu harus dibagi kepada seluruh perusahaan," ujarnya.
"Bagi perusahaan yang tidak ikut MoU nantinya akan mendapat pemadaman listrik secara total oleh PLN. Kalau yang masuk MoU, jadi tahu kapan dilakukan pemadaman bergilir sehingga bisa mengintensifkan produksi saat tidak mendapat giliran pemadaman bergilir," jelasnya. (ern/ern)











































