Sedikitnya dua ratus warga Saritem ke luar rumah dan bergerombol di jalan utama Jalan Saritem pada Selasa (24/06/2008) Sore. Mereka bertahan hampir dua jam. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap sikap Pemkot Bandung yang dinilai pilih kasih terhadap kebijakan pemberantasan prostitusi.
Pengawasan ketat yang dilakukan polisi Dalmas pun dinilai terlalu berlebihan. "Kami akan bertahan terus disini sampai engga ada lagi polisi yang awasi kami," tuntut salah satu warga Saritem, Erwin (30).
Namun pada saat adzan maghrib berkumandang, tanpa dikomando warga mulai dari anak-anak hingga dewasa membubarkan diri. Namun pada saat membubarkan diri, warga masih menggerutu.
"Mana Dada Rosada? Hanya janji-janji melulu tak pernah ada solusi. Ah jangan pilih lagi Dada nanti pas pilkada," teriak seorang ibu.
Sementara itu beberapa orang aparat dari Polsek Andir yang sejak tadi mengawasi warga, hanya melihat ke arah warga. Mereka pun membubarkan diri. (ern/ern)











































