Mira Octaviani, cucu korban Sugi (65), pada pukul 00.00 WIB dini hari tadi, kakeknya mulai muntah-muntah dan mengaku pusing. Awalnya dia tidak menduga kejadian ini akibat keracunan.
Tapi setelah mendapat peberitahuan dari para tetangganya yang mengalami hal serupa, secara bergelombang Sugi dan tetangga lainnya pun dilarikan ke RS Rajawali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kondisi dari 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang dirawat di RS Rajawali sudah membaik, setelah sebelumnya mengalami gejala mual dan muntah. Ketujuh orang tersebut adalah Opik (16), Agus Saifudin (50), Agus Dharma (42), Sugi (65), Dzubaidan (64), Sri (47) dan Ima (41). Mereka semua warga Dungus Sariang, RW 4 Kecamatan Andir, Kabupaten Bandung.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, kejadian ini tidak bisa disebut sebagai keracunan makanan. Namun ini merupakan intolerance food.
"Rata-rata pasien tidak cocok dengan makanan. Kita tidak bisa kategorikan ini sebagai keracunan makanan. Karena kita sendiri belum tahu makanan penyebab pemicunya. Ini biasa disebut intolerance food, "ujar kepala ruangan M Rafei RS Rajawali, Meili Rianta.
Meili menambahkan, insiden ini terjadi saat para korban menghadiri sebuah pesta pernikahan. Mereka sama-sama makan hidangan katering yang disediakan tuan rumah.
Selain di RS Rajawali, dikabarkan ada juga beberapa korban lain. Mereka saat ini dirawat di RS Cibadak, RS Muhammadiyah dan RS Al Islam Bandung. (anw/nrl)










































