Demikian pendapat pemilik sejumlah FO di Bandung, Perry Tristianto Tedja. "Jika dulu orang belanja ke Fo lalu cari makanan. Sekarang terbalik, orang cari makanan baru ke FO," jelas Ferry.
Menurut Perry, tak hanya makanan di Bandung yang murah tapi atmosfer Bandunglah yang membuat orang nyaman berkunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apapun yang ada di Bandung, termasuk tempat clubbing akan selalu ramai karena dukungan hawa Bandung. Tidak perlu disodorkan bangunan yang wah, maka orang akan berdatangan ke Bandung.
Hal itu diakui sejumlah pengusaha kuliner Bandung. Menurut pemilik pengusaha singkong goreng keju, Cassava, Yongki, para pelanggannya banyak yang datang ke Bandung hanya sekedar makan siang. "Mungkin karena akses jalan tol yang mudah ya," jelasnya.
Bahkan, menurut pengelola Sate Kardjan, Wulandari, ada beberapa ibu-ibu dari Jakarta yang menyempatkan bersantap di tempatnya hanya untuk mengisi waktu senggang saja ketika menunggu anaknya pulang sekolah. Menurut Wulandari, mereka makan siang ke Bandung karena dari Jakarta ke Bandung hanya diperlukan 2 jam saja.
(ema/ern)











































