Hendi tewas ditembak di sekitar Lapangan Lodaya, Jalan Banteng, Jumat (20/6/2008) sekitar pukul pukul 03.00 WIB.
Menurut Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Hendro Pandowo, sebelumnya tim reskrim sudah mendapatkan informasi bahwa Hendi berada di Cileungsi, Bogor. Petugas berhasil menangkap tersangka membawanya kembali ke Bandung. Saat petugas ingin mengembangkan kasus ini untuk mencari tersangka lain dan mengecek TKP, Hendi berusaha melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendi mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri bawah. Ada dua lubang bekas peluru polisi.
"Petugas sempat membawa korban ke RS Santika Asih. Namun dalam perjalanan Hendi meninggal karena banyak mengeluarkan darah," kata Hendro.
Berdasarkan keterangan polisi, Hendi melakukan pencurian sepeda motor berbagai jenis di Kota Bandung. Hasil pencurian kemudian dijual di Bogor dan Cianjur. Dalam melaksanakan aksinya Hendi sering bersama rekannya berinisial DE, FUR, DAN, EN, SI dan JANG.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain sebuah kunci astag (kunci T - red), satu senjata tajam dan dua unit kendaraan roda dua.
"Hendi ini merupakan residivis dan dari pengaqkuannya dia sudah melakukan 45 kali pencurian motor. Di antaranya Jalan Soekarno Hatta, Babakan Ciparay, Jalan Sukajadi, Jalan Caringin dan Jalan Moh Toha. Dia melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Modus yang digunakan selalu mencuri motor yang terkunci dengan kunci astag," pungkas Hendro.
(afz/lom)










































