"Selasa (17/6/2008) teman-teman kerja bapak masih sering telepon ke HP bapak. Tapi tidak diangkat katanya. Mereka telepon hanya untuk menanyakan kabar dan kenapa dua hari tidak masuk kerja. Nanti dipecat," kata salah seorang anak korban Santi Susanti menirukan pembicaraan saat ditemui di ruang jenazah RSHS, Rabu (18/6/2008).
Sebelumnya pihak keluarga tidak menyangka bahwa Oman berserta istri dan anaknya akan menjadi korban pembunuhan sadis. Bahkan Santi malah mengira bapak dan ibunya sedang pergi.
Sampai saat motif pembunuhan belum diketahui pasti, namun polisi menduga mengarah kepada perselisihan keluarga. Ketiga jenazah masih menunggu dokter forensik dari RSHS untuk diotopsi. Penyebab kematian masih belum dipastikan.
Seperti diberitakan, motor milik korban raib. Polisi tidak menemukan barang berharga lainnya yang hilang. Kondisi rumah pun tidak dalam kondisi acak-acakan. Saat ini rumah korban diberi garis polisi. (afz/ern)











































