"Dengan kenaikan BBM dan melambungnya harga kebutuhan pokok, ini bukti pemerintah sudah menindas dan menyengsarakan rakyat. Belum lagi mengenai kriminalisasi kepada petani di sejumlah wilayah di Jabar-Banten," kata koordinator AGRA Jabar-Banten Agus Rahmat Setiawan dalam orasinya, Selasa (17/6/2008).
Agus juga meminta Hade untuk segera membebaskan petani di Jabar-Banten yang ditahan oleh polisi. Menurutnya ada sepuluh orang petani dari Desa Karangsari, Kabupaten Garut yang dituduh melakukan pengerusakan tanah dan barang milik PT CG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan beberapa peristiwa tersebut, hal ini menunjukan bahwa pemerintah jelas-jelas berpihak pada tuan tanah atau imperialisme serta kapitalis birokrasi," kata Agus.
Masih menurut Agus, pemerintah berserta aparat kepolisian selama ini menuduh para petani yang sedang berjuang menuntut hak atas tanah sebagai pelaku krimminal. "Tuduhan ini yang membuat petani tidak tenang. Sesuai dengan janjinya, kami minta agar Hade segera menyeleseaikan sengketa tanah dan membebaskan petani," pungkas Agus.
Aksi yang didominasi kaum pria ini berlangsung tertib. Kebanyakan dari mereka hanya duduk-duduk sambil menyulut rokok di tengah teriknya matahari. Tampak satu spanduk yang bertuliskan 'Hentikan Kekerasan Terhadap Petani'. Polisi hanya berjaga-jaga di depan gerbang seperti biasanya. (afz/lom)











































