Mulai Saritem hingga Tata Ruang, Nilai Dada E

Pilwalkot Bandung

Mulai Saritem hingga Tata Ruang, Nilai Dada E

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2008 10:31 WIB
Bandung - Suhu politik menjelang Pilwalkot Bandung makin memanas. Aksi penolakan terhadap pencalonan kembali Walikota Dada Rosada terus dilontarkan. Kini giliran 50 orang dari Gema Sabilulungan (Gemes) yang menolak kepemimpinan kembali Dada karena dinilai calon yang diusung dari Partai Golkar tersebut gagal memimpin pada periode 2003-2008.

Dengan membentangkan spanduk warna putih ukuran 2x3 meter persegi, massa mendatangi Gedung Sate, Jalan Diponegoro, pukul 09.45 WIB, Selasa (17/6/2008). Dalam spanduk tersebut tertulis 'Ijazah ketidaklulusan walikotaBbandung 2003-2008'. Kemudian di bawahnya tertulis 12 bidang yang menurut mereka gagal dilaksanakan Dada selama dia menjabat.

Gagalnya pelaksanan semua bidang tersebut ditandai dengan rentetan nilai E. Seperti permasalahan kawasan prostitusi saritem, PLT sampah, trasportasi, pendidikan, kemiskinan, kesehatan, masalah perempuan, lingkungan hidup, tata ruang, serta buruh dan tenaga kerja. Sementara bidang yang diberi nilai D, yaitu moral dan sosial.
 
Humas Gemes Megawati menyatakan laporan pertanggungjawaban Dada sudah gagal. Selama ini Kota Bandung salah urus. Maka jika Kota Bandung kembali dipimpin oleh Dada, akan mengalami kebangkrutan dari segala sisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebangkrutan itu akan lebih cepat jika anggota dewan diam saja," tegasnya. Karenanya Gemes mengajak warga Bandung untuk menolak kepemimpinan Dada dengan tidak memilihnya pada Pilwalkot Bandung 10 Agustus mendatang.

Aksi yang banyak diikuti oleh kaum perempuan itu berjalan tertib. Sekitar 20 anggota polisi duduk di depan gerbang sambil mengawasi jalannya aksi. Sementara massa sendiri terus melakukan orasi sambil mengacung-acungkan beberapa spanduk yang isinya menolak kepemimpinan Dada seperti, 'Tolak LPJ walikota 2003-2008' dan 'Walikota selama ini salah urus'.

(ern/ern)


Berita Terkait