Bandung - Dalam masa jabatannya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan akan membuat regulasi yang berpihak kepada petani. Dirinya prihatin, karena selama ini profesi petani selalu dipandang sebelah mata. Dia menginginkan kondisi petani di Jabar sama seperti petani di Jerman.
"Saat ini 70 persen mata pencaharian masyarakat Jabar ini adalah petani dan nelayan. Tapi nasibnya memprihatinkan. Ke depannya saya akan membuat regulasi yang berpihak kepada petani," ujar Heryawan di hadapan para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar dan pejabat muspida lainnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (14/6/2008).
Menurutnya meski industri manufaktur di Jabar maju, namun sektor pertanian pun tetap harus diperhatikan. "Bila sektor pertanian tidak diperhatikan, maka akan menjadi malapetaka. Kita harus membuat bagaimana caranya agar petani ini bisa jadi pekerjaan, bukan menjadi keterpaksaan ketika menjadi petani," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heryawan kemudian berseloroh mengenai perbedaan antara petani di Jerman dan di Jabar. "Orangtua petani di Jerman selalu bilang, 'nak sekolah yang tinggi dan cari kerja kota, kalau pulang bangun desa ini jadi petani, sebab bapak bisa jadi kaya karena jadi petani'. Nah kalau orang tua petani di Jabar bilang 'Nak belajar di kota dan cari kerja di kota, jangan nanti kembali lagi ke desa jadi petani, karena jadi petani itu miskin," selorohnya yang diikuti gelak tawa tamu undangan.
(ern/ern)