Tapi kebutuhan itu tak bisa ditutupi. Dunia pendidikan terus melaju. Para pelajar, mahasiswa atau para pecinta buku pun pastinya tidak bisa serta merta menggeserkan kebutuhan itu.
Pencarian buku murah menjadi alternatif yang dicari. Bukan lagi rahasia, Pasar Buku Palasari, Jl Palasari, sejak lama sudah memenuhi kebutuhan itu untuk masyarakat.
Terletak di antara Jl Lodaya dan Banteng, Pasar Buku Palasari kerap menjadi sasaran orang-orang yang mencari buku dengan harga miring.
Puluhan kios menjual beragam buku dari mulai pelajaran hingga sastra. Ketika menginjakkan kaki ke tempat ini, keramahan para penjual akan menyambut kebingungan pembeli yang mencari buku incaran.
Tawaran-tawaran untuk membantu mencarikan kerap kali malah membuat pembeli tambah kebingungan untuk memilih kios mana yang harus dipilih.
Tapi intinya adalah buku murah dari mulai buku second sampai baru. Bisa dikatakan harganya cukup enteng jika dibandingkan dengan harga buku di toko-toko besar.
Diskon sebesar 20-30 persen pun bisa didapatkan. Itu pun tergantung jenis buku dan keahlian pembeli untuk menawar pada si pedagang. Namun harus hati-hati, karena ada pula oknum pedagang yang menjual buku-buku bajakan.
Namun imbas kenaikan BBM, diskon yang diberikan pun menjadi lebih sedikit. "Imbas BBM, diskon jadi sekitar 15-20 persen. Ya berbeda-beda tergantung bukunya," ujar General Manager Bandung Book Centre, Asep Ishak Wiranta.
Menurutnya, hal itu juga mempengaruhi volume pengunjung dan omzet. Diakuinya hal yang sama pun terjadi pada toko toko-toko buku besar. "Daya beli masyarakat di semua komoditi turun, apalagi buku belum menjadi kebutuhan primer,"ujar Asep ketika ditemui di kantornya, Bandung Book Centre, belakang Pasar Buku Palasari.
Namun, Asep mengaku tidak khawatir karena menurutnya dengan naiknya BBM, orang-orang malah akan mencari buku diskon seperti di Palasari.
Ditambahkan Asep, isunya Palasari akan diubah menjadi mall. Bagi Bandung Book Centre sendiri bukanlah masalah tetapi akan mematikan para pedagang di kios-kios.
Ditemui di kiosnya, Dedi (50) mengatakan setelah kebakaran Pasar Palasari beberapa waktu lalu, sempat terjadi penurunan dalam omzet. "Pelanggan sepi, apalagi kalau BBM naik," ujarnya.
Biasanya, lanjut Dedi, Palasari akan ramai ketika tahun ajaran baru. Orang tua akan berbondong-bondong mencari buku untuk anak-anaknya.
Ditemui sedang memilih-milih buku di salah satu kios, mahasiswa semester akhir Unpad jurusan Fisika, Yuni dan Fika menyatakan meski mereka jarang membeli buku, ketika akan membeli buku yang teringat langsung Palasari.
"Buku-buku di sini lengkap dan murah," tutur Fika yang mengaku membeli buku hanya saat butuh saja.
(ema/ern)











































