Gagal Memimpin, Gemas Tolak Dada Rosada

Gagal Memimpin, Gemas Tolak Dada Rosada

- detikNews
Kamis, 12 Jun 2008 12:19 WIB
Bandung - Menjelang Pilwalkot Bandung pada 10 Agustus 2008, konstelasi politik mulai memanas. Seratusan orang dari Gema Sabilulungan (Gemas) meminta warga Bandung agar tidak memilih Dada Rosada kembali menjadi walikota. Mereka menilai selama ini Dada gagal membawa perubahan di Kota Bandung.

Massa melakukan aksi longmarch dari Gedung RRI, Jalan Diponegoro, menuju Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, pukul 10.45 WIB, Kamis (12/6/2008). Dalam aksinya massa membawa spanduk yang bertuliskan " Tolak PLTSa, tolak walikota bermasalah".

Sebelum tiba di gedung dewan, massa sempat berhenti di depan mall BIP, Jalan Merdeka. Dalam aksinya ini, mereka menyuarakan gagalnya kinerja Dada Rosada selama menjabat sebagai walikota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bisa dilihat dari rencana pembangunan PLTSa, kawasan Bandung Utara yang rusak, juga kebijakannya yang tidak peka pada pedagang tradisional," ujar Koordinator Aksi Mohammad Tabroni.

Menurut Roni, selama ini untuk melancarkan niatnya membangun PLTSa, Dada mengggunakan cara licik dengan membawa permasalahan ini ke kancah politik. Roni menuding Dada sengaja memasang spanduk di beberapa titik di Bandung yang isinya dukungan terhadap pembangunan PLTSa.

"Makanya kami lawan juga secara politis. Sebentar lagi kan ada Pilwalkot. Kami meminta warga Bandung untuk tidak memilih pemimpin yang gagal. Pemerintahan sekarang sudah gagal," tegasnya.

Aksi berjalan tertib dengan dijaga puluhan aparat kepolisian. Gemas terdiri dari sembilan elemen organisasi, yaitu Walhi Jabar, KAMMI, PSIK ITB, solidaritas pedagang tradisional, koalisi advokat, Gema Pena, dan Sidak.

(ern/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads