Danny menyatakan untuk membangun Jabar agar lebih maju, media massa sangat berperan penting. Kontrol sosial yang dilakukan pers bisa memacu kepemimpinan lebih baik lagi.
"Saya minta ke depannya, media bisa memantau terus pemimpin yang baru, sama seperti media memantau saya saat menjabat selama lima tahun ini," ujarnya di hadapan puluhan wartawan Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (11/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan Nu'man. Dia mengaku pernah punya pengalaman pahit dengan media. "Saya pernah kecewa dengan salah satu media terbitan Jakarta yang terbitnya satu bulan satu kali. Di media itu ditulis kalau rumah saya di Batununggal hasil korupsi. Darimana dia tahu rumah itu hasil korupsi. Asal tahu aja ya, rumah itu sudah saya laporkan ke KPK," ujar Nu'man.
Pada bagian lain, baik Danny maupun Nu'man berterimakasih kepada media selama proses Pilkada Jabar beberapa waktu lalu. Keduanya menilai media telah berhasil menjaga keamanan Jabar. "Sukur Pilkada di Jabar tidak berbuntut kisruh seperti Pilkada di daerah lain. Ini karena peran media," ujarnya.
Jumat (13/6/2008), tongkat kepempinan Jabar akan beralih. Ahmad Heryawan-Dede Yusuf yang memenangkan Pilkada Jabar lalu akan dilantik.
(ern/ern)











































