Kopi, Teman Santai, Bergosip dan Cuci Mata

Kopi, Teman Santai, Bergosip dan Cuci Mata

- detikNews
Rabu, 11 Jun 2008 13:29 WIB
Kopi, Teman Santai, Bergosip dan Cuci Mata
Bandung - Entah sejak kapan tradisi ini bermula. Bak epidemik, jika sebelumnya kopi dikenal sebagai minuman ajaib penawar rasa kantuk, kini kopi sudah melekat dalam gaya hidup.

Tradisi ngafe seolah menjadi bagian dari kehidupan keseharian.
Meski tak selalu kopi yang menjadi incaran. Cafe atau biasa disebut kedai kopi menjadi ruang baru untuk menggantikan ruang-ruang lain yang sebelumnya digunakan untuk bersantai, mengobrol atau beradu gagasan.

Sebuah literatur menyebutkan budaya minum kopi di kedai kopi berasal dari Inggris. Toko kopi pertama dibuka tahun 1965 di Universitas Oxford, Inggris.

Literatur lainnya menyatakan bahwa kafe bermula sebagai ruang diskusi. Banyak pemikiran-pemikiran besar lahir dari tempat ini. Menjadi tempat bagi para ahli pikir untuk menuangkan gagasan intelektualnya dan karyanya.

Dalam perkembangannya, terjadi pergeseran fungsi. Kafe tak hanya menjadi medium untuk berkarya tetapi menjadi tempat kongkow dari mulai keluarga, eksekutif muda terlebih anak muda. Apalagi dengan fasilitas berhotspot ria yang kian marak ditawarkan kedai-kedai kopi.

Seperti dituturkan Restu, mahasiswa S2 manajemen Unpad. "Nge-net. minum kopi, makan, sambil bergosip," jelas Restu saat ditemui sedang asyik membuka-buka friendster di laptopnya.

Restu yang saat itu ditemui dua temannya yang juga tengah berhotspot sambil ngopi di Ngopi Doeloe Jl Hasanudin mengaku tak terlalu sering datang ke cafe.

"Kalau banyak tugas dan internet di kampus error, baru datang ke sini," jelas Restu. Lagipula, lanjutnya, kampus bersifat kaku dan membosankan, cafe lebih nyaman apalagi jika dekat dengan kampus.

"Bisa minum sambil cuci mata," tambahnya. Restu dan rekannya mengakui minimal mereka berdiam diri di cafe selama tiga jam.

Masih ditemui di Ngopi Doeloe, lima orang siswi kelas dua SMA Negeri 1 yang masih lengkap dengan seragamnya mengaku hampir cukup sering meluangkan waktu ngopi khususnya di tempat ini.

Titis, Qoni, Rere, Lulu dan Esa hampir setiap pulang sekolah mereka sengaja datang ke tempat ini."Ngobrol, ngegosip, makan siang sambil ngopi sambil ngabisin duit," canda Rere ketika ditanya alasannya nongkrong di cafe.

Kopi bagi Rere merupakan teman untuk bersantai.Menurut Rere, mereka suka diam berlama-lama menghabiskan sisa waktu sepulang sekolah sampai sore. Bahkan, Esa pernah menghabiskan waktunya dari sejak cafe buka sampai cafe tutup.

"Sesekali main kartu sambil berhotspot gratis," ujarnya.
Budget yang dikeluarkan untuk memenuhi kebiasaan mereka ini diungkapkan Rere minimalnya Rp 15 ribu. Amaretto merupakan jenis minuman favoritnya.

Qoni menambahkan, dirinya juga cukup sering menghabiskan waktu di kedai-kedai kopi lainnya.

Ditambahkan supervisor Ngopi Doeloe, tempat ini memang selalu ramai. Bahkan, seringkali para pekerjanya lembur untuk melayani pelanggan yang masih asyik bersantai di tempat ini.

"Kalau sudah begitu kita mau gimana lagi," ujar Yudi.

(ema/ern)


Berita Terkait