"Saya sudah datang mengadu ke rektor, tapi engga digubris. Mungkin karena bapaknya dekat dengan rektor," ujar ES di Mapolres Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, Minggu (8/6/2008). Ketika ditanya kapan dia menemui rektior IPDN, ES enggan mengungkapkannya.
Sementara itu dihubungi melalui telepon, Johanis Kaloh mengaku tidak pernah sama sekali didatangi oleh wanita bernama ES. "Engga ada yang menemui saya. Wah saya engga tahu kasus ini," bantahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun usai wisuda pada Sabtu (7/6/2008), praja asal Gorontalo tersebut menghilang. Setelah konsultasi dengan Inu Kencana, akhirnya ES mendatangi Polresta Bandung Tengah untuk konsultasi hukum.
(ern/ern)











































