Itulah guratan karya seni kriya memesona dari sang pematung asal Purwakarta, Jawa Barat, Oko Komarudin (39). Bagi dia, secuil tanah liat bak hamparan berlian nan menawan. Wajar memang, sepuluh tahun sudah benaknya dibuat melekat bersama tanah liat. Selama itu pula, pundi-pundi rupiah dengan mudah dijamah.
Tak tercatat berapa banyak rupa-rupa patung hasil dari kerja jemarinya. "Di seluruh Indonesia, gampang sekali mendapatkan tanah liat," ujar Oko. "Nah, dari tanah liat pun kita bisa meraih rupiah," tambahnya lagi kepada detikbandung, beberapa waktu lalu, saat gelaran JTX di Braga City Walk, Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal menunggu kering satu hingga dua hari. Tapi jangan dijemur di terik matahari, nantinya akan berakibat retak-retak," jelasnya.
Ia mengaku melego patung racikannya dengan harga bevariatif. Mulai 30 ribu rupiah hingga 3 juta rupiah. Peminatnya berasal dari beragam kalangan. Bahkan, ia menyanggupi pesanan patung sesuai selera konsumen.
Di kondisi roda ekonomi yang mendaki dan pengaruh harga baru BBM, kata Oko, bukan berati mesti mandek berekspresi. Dirinya yakin, tanah bercorak cokelat kekuningan ini tidak lenyap ditelan keadaan. Jadi, semangat memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia, khususnya di Jawa Barat, senantiasa membentang di relung jiwanya.
Oko menjelaskan, keresahan kalbu akibat dampak kenaikan BBM, pastinya menerpa semua orang . Namun, lelaki berambut gondrong ini enggan terhanyut situasi marut tersebut.
Selagi jari-jarinya sedang menuntaskan patung monyet, tiba-tiba seorang pengunjung wanita menanyai ikhwal makna patung tersebut. Dengan bernada tegas, bapak tiga anak ini menjawab, "Monyet saja bingung mikirin kenaikan BBM. Apalagi manusia !"
Hikayat tanah liat, monyet dan BBM, rupanya pesan yang ingin disampaikan Oko kala menuangkan ide kreatifnya.
Hmm..., rekayasa sederhana sarat makna. Dan akhirnya, sejumlah pengunjung hanya dibuat tersenyum saat menyimak ucapan Oko. "Aya-aya wae," celetuk salah seorang pengunjung.
(bbp/ern)











































