Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji menyatakan para preman meresahkan masyarakat, sehingga polisi tidak akan main-main untuk menindak mereka. "Preman itu berbagai bentuk, dari preman kelas kacang seperti yang biasa memeras di terminal, memeras para sopir truk, ataupun preman air. Preman air ini beroperasi untuk pengairan. Mereka disewa para petani yang punya uang banyak untuk mengalihkan irigasi ke sawahnya saat kemarau seperti sekarang ini," jelasnya kepada detikbandung belum lama ini.
Preman kelas kacangan tersebut, kata Susno, berhasil ditangkap polisi yang jumlahnya mencapai 1941. Sebagian ada yang dijebloskan ke penjara dan sebagian lagi dibina. "Yang dijebloskan ke penjara, mereka yang tertangkap tangan melakukan pemerasan," katanya.
Untuk triwulan kedua dalam masa jabatannyam Susno menyatakan pihaknya akan membidik preman kantoran atau berdasi dan preman industri. "Memang kau pikir mereka yang berdasi di kantoran dan melakukan pemerasan misalnya kepada pegawai yang baru akan masuk, itu bukan preman? Mereka juga preman. Kami pun akan menyikat preman industri, mereka yang memeras masyarakat sekitar untuk kepentingan industri," jelasnya.
Susno mengaku pihaknya sengaja memberantas preman ini secara bertahap, dimulai dari preman yang dinilai meresahkan masyarakat kecil. "Kalau yang biasa mengurus paspor dan diperas, itu kan menimpa mereka yang berduit. Sekarang kita fokus dulu kepada preman yang langsung bersentuhan dengan rakyat kecil," terangnya.
(ern/ern)











































