Dadang yang sudah enam tahun bekerja sebagai petugas keamanan SMA 2 Bandung, pertama kali dilihat oleh ibunya Omas (82) sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (4/6/2008). Saat itu Omas membuka pintu kamar korban hendak menawarkan makan malam, tetapi mengurungkan niatnya karena melihat Dadang tidur.
Asih, kakak korban pun melihat ke kamar Dadang jam 23.00 WIB melihat ke kamar dan mendapati hal yang sama. Ia pun tidak berusaha membangunkan. Kemudian pada pagi harinya, Kamis (5/6/2008) jam 06.00 WIB, kakak korban lainnya Eti (57) ingin menawarkan sarapan. Ia pun masuk ke kamar untuk membangunkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kerabat korban cukup terkejut dengan kejadian ini. Di lingkungan SMA 2, Dadang yang sudah enam tahu bekerja dikenal sebagai sosok yang baik dan rajin. Ia bahkan biasa dipanggil Si Robot, karena beberapa rekan kerjanya mudah di suruh.
"Saya sudah ketahui tewasnya Dadang. Data yang kami peroleh, Dadang meninggal di rumahnya, itu saja tidak di sekolah. Pihak sekolah juga sudah ke RSHS dan rumah korban," ujar Humas SMA 2 Drs Eddie Suhendi.
Rumah korban di Jalan Cihampelas Gang Jembar pun ramai didatangi kerabat. Istri Dadang, Sumiati (45) tidak sedang berada di Bandung karena bekerja sebagai buruh di luar kota.
Wawan, salah seorang rekan korban yang bekerja di SMA 2 menuturkan dirinya cukup kaget dengan kematian rekannya. Apalagi saat melihat ke kamar jenazah, tampak luka-luka dan memar. "Saya kaget, memiliki luka di tangan kanan seperti lilitan kawat. Padahal saya tahu dia tidak ada memiliki bekas luka," ujar Wawan. Sementara dari pihak RSHS pun sudah mendapatkan izin dari keluarga korban untuk melakukan otopsi. (lom/lom)











































