Pura-pura Minta Rokok, Rampas Barang Berharga

Pura-pura Minta Rokok, Rampas Barang Berharga

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 04 Jun 2008 15:41 WIB
Pura-pura Minta Rokok, Rampas Barang Berharga
Bandung - Sial menimpa Jw (28 tahun). Usai menodong dan merampas barang berharga milik sepasang kekasih, Gunawan (28 tahun) dan Wiwi Kartiwi (25 tahun), dirinya tertangkap warga yang sedang nongkrong, Selasa (3/6/2008). Alhasil, petugas Polsek Astanaanyar segera mengamankannya.

Menurut Kapolsek Astanaanyar AKP Wahyudin, saat beraksi tersangka berpura-pura meminta rokok dan selanjutnya menodongkan pisau dapur ke korban. "Kemudian tersangka mengambil paksa barang berharga milik korban," ujarnya kepada wartawan di Mapolsek Astanaanyar, jalan Astanaanyar, Rabu (4/6/2008).

Sebelumnya, Jw melancarkan aksi tersebut bersama seorang temannya yang berinisial Jk di Jl. Otto Iskandardinata. Sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, usai melakukan kejahatan itu Jaka berhasil melarikan diri. Mereka mengincar pejalan kaki yang sedang melintas di kawasan tersebut. Dua korban, Wiwi Kartiwi dan Gunawan, kebetulan bertemu para tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan polisi, saat itu Jw menghampiri dan meminta rokok pada Gunawan. Tetapi ketika hendak diberi, Juwandi tiba-tiba menodongkan pisau ke perut Gunawan. Sementara Jk, menodongkan pisau ke arah leher Wiwi. Para pelaku mengambil satu walkman milik Gunawan serta uang sebesar Rp.175 ribu, satu buah HP dan kalung mas tiga gram milik Wiwi.

"Usai mencuri, kedua tersangka kabur. Namun Jw tertangkap warga setelah mendengar teriakan maling dari korban. Mendapat laporan dari warga, petugas pun segera mengamankan tersangka," kata Wahyudin.

Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti berupa satu bilah pisau dapur dan satu buah walkman. Kini, tersangka mendekam di sel tahanan Polsekta Astanaanyar. "Tersangka melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan. Seorang pelaku lainnya sedang dalam pengejaran," ujar Wahyudin.

Tersangka Jw yang merupakan sopir angkot Soreang-Leuwipanjang mengaku baru kali pertama melakukan aksi penodongan. "Saya diajak Jk. Waktu itu Jk menawarkan untuk mencari uang. Tapi malah diajak nodong. Sebelumnya memang kami sempat minum alkohol. Karena pengaruh minuman itu, saya khilaf," sesalnya saat berada dalam jeruji besi.
(afz/afz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads