Hal itu diakui pedagang sup buah, Heru (35). Menurut Heru, sejak akhir 2007 pengunjung di kawasan Cilaki mulai sepi. "Parah-parahnya awal 2008. Omzet saya pun turun sampai 60 persen," jelasnya.
Dituturkan Heru, ketika dia menanyakan pada penjual lainnya, ternyata mereka pun mengalami penurunan omzet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu saja saya memiliki tiga orang yang membantu, kini hanya saya seorang," jelasnya. Heru pun menjelaskan sebelumnya ada pedagang siomay di samping tendanya yang juga laris manis. Tapi entah kenapa sejak awal 2008 banyak pedagang yang tak lagi berjualan di tempat ini.
Hal yang sama juga diakui Topan (28) yang dulu pernah mempopulerkan Cilaki dengan es rujaknya. Karena sepinya pengunjung sekarang dia beralih berdagang kerak telor.
Namun menurut Topan, masih banyak pula pedagang yang bertahan dan ramai. "Orang-orang yang punya modal dan bermobil mereka bertahan di sini," tuturnya. (ema/lom)











































