Tentu saja banyak orang yang tidak percaya terhadap pengakuan Achmad. Namun kenyataannya banyak juga masyarakat dan kelompok yang menaruh harapan terhadap janji Achmad memberikan dana miliaran rupiah untuk proyek terpilih.
Psikiater asal Bandung dr. Teddy Hidayat, SpKj menganalisa, kisah Achmad ini sebagai gambaran kondisi masyarakat yang didera kebingungan. "Di jaman susah ditambah harga BBM yang kembali naik, menimbulkan krisis di masyarakat. Akibatnya, timbulah frustasi,"ujarnya kepada detikbandung, Jumat (30/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teddy menambahkan, seseorang yang berkondisi normal tentu saja mampu membedakan mana fantasi dan kenyataan. "Manusia yang tidak bisa membedakan fantasi dan kenyataan, boleh dikata mengalami gangguan jiwa berat," jelasnya.
Nah, lantas bagaimana dengan kondisi kejiwaan Achmad? "Duh, saya kan belum memeriksanya sebagai pasien. Namun secara analisa, persoalan seperti ini ialah ciri-ciri orang frustasi," pungkasnya. (bbp/lom)










































