Saat pertemuan Public Multy Project yang dijadwalkan di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Kamis (29/5/2008) batal, tanda tanya tentang siapa sebenarnya Achmad Zaini semakin besar. Sebagian undangannya mengaku ingin mengikuti pertemuan karena akan ada pengumuman proposal proyek yang akan menerima kucuran dana. Namun setelah acara dipindahkan ke Vila Istana Bunga di lembang, ternyata kemudian yang ada hanyalah silaturahmi.
Saat kemunculannya inilah Achmad Zaini menjawab berbagai pertanyaan wartawan. Di antaranya, ia mengungkapkan harta yang dimilikinya 20 kali APBN Indonesia. Hartanya tersebut berasal dari warisan orang tuanya, yang baru diketahuinya dua tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikit dari banyak pernyataan Achmad Zaini ini bertentangan dengan kenyataan lainnya. Achmad Zaini juga menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan sudah mengajukan proposal sejak empat tahun, sementara dirinya sendiri mengaku baru tahu perihal warisan ayahnya sejak dua tahun.
BI juga mengeluarkan bantahan perihal klaim Achmad Zaini, terutama soal koordinasi. BI juga menepis kemungkinan adanya sumber dana sebesar itu yang tidak diketahui.
Selain itu, berbagai nama perusahaan yang dipajang di iklan ucapan selamat di salah satu surat kabar di Jabar, ternyata bohong. Nama-nama perusahaan tersebut palsu, atau ada juga yang asal catut. Meski banyak kebohongan yang terungkap, namun ternyata banyak juga orang yang masih percaya.
(lom/lom)










































