Manajer Hukum dan Komunikasi PLN Distribusi Jabar-Banteng, Sumarsono, mengatakan sejak dua hari lalu tiga pembangkit tenaga listrik yang ada di Jawa yaitu PLTU Muara tawar di Bekasi yang berkapasitas 420 MW, Tambak Lorok di Semarang berkapasitas 389 MW, dan Grati di Jatim berkapasitas 297 MW, tidak beroperasi karena posokan BBM tersendat.
Belum lagi, kata dia, terjadi penurunan beban di PLTU Suryalaya. Karenanya, kata dia, pasokan listrik untuk Jawa-Bali tidak optimal. "Biasanya beban puncak Jawa-Bali hanya 15 ribu MW, tapi sekarang ini menjadi 16.500 MW atau defisit 1500 MW. Nah defisit terbesar ada di Jabar yaitu mencapai 750 MW, sementara 750 MW sisanya dibagi antara Jateng dan Jatim," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu kami mohon atas ketidaknyamanan beberapa hari ini. Pemadaman bergilir ini tidak bisa dihindari, karena sudah tersistematis. Jika ada satu wilayah yang sudah berlebih beban, maka otomatis akan dikurangi," ujarnya.
Karenanya, kata Sumarsono, pihaknya sulit untuk mengungkapkan daerah mana yang akan kena pemadaman bergilir untuk esok hari. "Kalau Bandung, Bogor atau Bekasi kelebihan beban, ya otomatis akan dikurangi," jelasnya.
(ern/ern)











































