Dipaparkan Kepala Instalasi Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) Persepatuan, Odang Koswara mereka tertarik dengan sepatu Cibaduyut yang ternyata masih buatan tangan. Maka, sejak tahun 2006 USAID memberikan pembinaan-pembinaan terhadap para pengrajin di Cibaduyut.
"Mereka memberikan pelatihan-pelatihan bagaimana memanaje keuangan dan pelatihan teknis," tutur Odang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya dari Amerika, lanjut Odang, beberapa negara lain pun tertarik untuk mempelajari Cibaduyut.
Misalnya Kedubes Finlandia yang datang untuk studi banding, juga dari Afrika, bahkan pada pertengahan 2007 lalu sebuah stasiun televisi dari Yunani, TV Star, pernah meliput kawasan Cibaduyut. Odang menambahkan, hal itu menunjukan, harumnya nama Cibaduyut sampai ke dunia internasional.
(ema/ern)










































