BBM Resmi Naik, HTI Demo di Gedung Sate

BBM Resmi Naik, HTI Demo di Gedung Sate

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 24 Mei 2008 11:36 WIB
Bandung - Meski secara resmi pemerintah sudah menaikan harga BBM aksi penolakan kenaikan masih bergulir. Sekitar 200 aktivis HTI Jabar turun berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jl Diponegoro, Sabtu (24/5/2008). Mereka menilai kebijakan pemerintah menaikan BBM adalah dzalim.

Sebelumnya massa melakukan longmarch dari Pusdai. Aksi dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Menurut Humas HTI Luthfi Affandi aksi ini dilakukan agar masyarakat tahu bahwa pemimpin mereka dzalim terhadap rakyat. "Pemerintah bohong dan menipu rakyat. Sebab menaikkan BBM bukanlah opsi terakhir, padahal masih banyak opsi lain," tutur Luthfi saat dihubungi detikbandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diungkapkannya, kenaikan BBM dilakukan pemerintah bukan karena naiknya minyak dunia, tapi pemerintah takluk terhadap pihak asing. Di mana pihak asing ingin harga minyak mereka disetarakan. Luthfi mencontohkan adanya SPBU yang tidak berlabelkan Pertamina .

"Karena harga minyak kita lebih murah mereka menuntut disamakan agar sama dengan harga Pertamina," ujarnya.

Selain itu, menurut Luthfi agar keluar dari krisis BBM ada solusi fundamental yang harus dilakukan pemerintah. "Siapapun presidennya tidak akan mampu mengendalikan energi kalau penataannya tidak dengan syariat Islam. Syariat islam menolak dan mengharamkan pengelolaan sumber daya alam pada swasta apalagi asing," jelasnya.

Menurut Luthfi, dengan konsep ekonomi liberal akan membuka kran seluas-luasnya untuk perusahaan asing dan itulah akar masalahnya. "Krisis minyak di Indonesia bukan kurang minyak, minyak kita dibawa keluar negeri," jelasnya.

Dalam aksi tersebut juga dihadiri mantan penyanyi rock, Harri Mukti dan salah satu anggota band Jamrud Ricky Tedi. Massa membawa poster poster yang diantaranya bertuliskan 'Hapuskan Liberalisasi Sektor Migas dan 'Tolak Kedzaliman Pemerintah Terhadap Rakyat'. Selepas aksi, massa kembali berkumpul di Pusdai.
(ema/ema)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads