Sebelumnya massa melakukan longmarch dari Pusdai. Aksi dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.
Menurut Humas HTI Luthfi Affandi aksi ini dilakukan agar masyarakat tahu bahwa pemimpin mereka dzalim terhadap rakyat. "Pemerintah bohong dan menipu rakyat. Sebab menaikkan BBM bukanlah opsi terakhir, padahal masih banyak opsi lain," tutur Luthfi saat dihubungi detikbandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena harga minyak kita lebih murah mereka menuntut disamakan agar sama dengan harga Pertamina," ujarnya.
Selain itu, menurut Luthfi agar keluar dari krisis BBM ada solusi fundamental yang harus dilakukan pemerintah. "Siapapun presidennya tidak akan mampu mengendalikan energi kalau penataannya tidak dengan syariat Islam. Syariat islam menolak dan mengharamkan pengelolaan sumber daya alam pada swasta apalagi asing," jelasnya.
Menurut Luthfi, dengan konsep ekonomi liberal akan membuka kran seluas-luasnya untuk perusahaan asing dan itulah akar masalahnya. "Krisis minyak di Indonesia bukan kurang minyak, minyak kita dibawa keluar negeri," jelasnya.
Dalam aksi tersebut juga dihadiri mantan penyanyi rock, Harri Mukti dan salah satu anggota band Jamrud Ricky Tedi. Massa membawa poster poster yang diantaranya bertuliskan 'Hapuskan Liberalisasi Sektor Migas dan 'Tolak Kedzaliman Pemerintah Terhadap Rakyat'. Selepas aksi, massa kembali berkumpul di Pusdai.
(ema/ema)











































