Demonstran dan Polisi Adu Sepak Ban Terbakar

Demo BBM

Demonstran dan Polisi Adu Sepak Ban Terbakar

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2008 13:48 WIB
Bandung - Gelombang massa yang geruduk Gedung Sate, Jalan Diponegoro, hingga pukul 12.30 WIB, Rabu (21/5/2008) masih bertambah. Gelombang massa terakhir yang mengatasnamakan Partai Persatuan dan Pembebasan Nasional sempat adu sepak ban yang tengah terbakar dengan polisi.

Partai Persatuan dan Pembebasan Nasional (P3N) terdiri dari berbagai elemen masyarakat yaitu Papernas, PRD, SRMI, BOR, LMND, majalah ganesha ITB. Jumlah mereka hanya sekitar 30 orang.

Sesaat setelah mereka datang, ratusan orang yang terdiri dari buruh dan mahasiswa yang sebelumnya berunjuk rasa akhirnya membubarkan diri. Sementara massa dari P3N merangsek ke depan barikade polisi yang awalnya duduk langsung berdiri siaga. Tali Samapta yang awalnya tidak terpasang, langsung ditarik sehingga barikade polisi berada di belakang tali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa kemudian melakukan aksi dorong polisi yang dibalas lagi oleh polisi. Sambil aksi dorong, perwakilan massa menyerukan tuntutan mereka yang menentang keras kenaikan harga BBM. Mereka menilai kebijakan tersebut bukti kegagalan pemerintah SBY-JK.

Mereka juga menuntut penurunan harga bahan pokok, kenaikan upah buruh termasuk buruh petani. "Kami juga menolak adanya PHK dan hapus sistem kerja kontrak. Kami menolak UU yang anti rakyat," seru orator.

Sesaat kemudian, massa membakar ban yang sudah sejak awal mereka bawa, tepat di hadapan barikade polisi. Karena terlalu dekat dengan polisi, salah seorang anggota polisi menendang ban yang tengah terbakar itu menjauh. Namun beberapa orang demonstran menendangnya kembali ke arah polisi.

Polisi tak tinggal diam. Salah seorang personel polisi berusaha memadamkan api dengan menyemprotnya dengan tabung gas Co2. Namun massa malah kembali menyiramkan bensin ke arah ban, sehingga api malah makin membesar.

Namun akhirnya polisi berhasil memadamkan api dan langsung mengamankan ban dan botol berisi bensin.

Gagal membakar ban, akhirnya massa kembali merangsek ke depan dan mendorong barikade polisi. Karena kekuatannya yang kalah jauh dibandingkan polisi, massa akhirnya bisa dipukul mundur. Sekitar pukul 13.40 WIB, massa P3N akhirnya membubarkan diri.

(ern/ern)


Berita Terkait