Hingga pukul 11.40 WIB, jumlah demonstran makin banyak hingga mencapai seribuan orang. Mereka masih datang bergelombang. Tak sedikit kaum ibu dan buruh perempuan turut turun ke jalan menentang keras kenaikan BBM. Sambil terus meneriakkan penolakan kenaikan BBM, perwakilan setiap elemen masyarakat berorasi secara bergantian.
Ada lima lapis barikade polisi di depan gerbang yang sudah memegang tali Dalmas. Satu langkah dari barikade itu, barisan demonstran terus berteriak menentang kenaikan BBM. Meski demikian, belum terjadi aksi dorong antara massa dan polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat aksi ini, jalan Diponegoro dari mulai pertigaan Jalan Cisangkuy hingga Jalan Cimalaka ditutup total. Kendaraan harus belok ke arah Cisangkuy kemudian ke Cimandiri.
Seperti diberitakan sebelumnya, elemen masyarakat yang turun tak hanya organisasi buruh, tapi juga organisasi mahasisiwa, seperti dari Front Kebangkitan Rakyat, terdiri dari Kasbi,PBKM, SBSI92 Bandung Raya, PPMI 98, FSBI, AGRA, FPN, AMR, Famu, LMND PRM, Gempa, KMB, GMP, Bilik Kuning, SBM, FMN, KMD, LSAK, GRI, dan LBH Bandung.
(ern/ern)











































