Insiden pemukulan itu terjadi pada Wakil Ketua DPW PAN Jabar Enjang Tedi yang sekarang menjabat sebagai anggota PAW DPRD Jabar oleh kader PAN Sofwy Irfan. Β
Dituturkan Enjang saat dihubungi detikbandung, Senin (19/5/2008)Β di Sabuga ada dua ruang transit VIP. Ahmad Heryawan tengah duduk di salah satu ruangan transit. Enjang mengaku saat itu dirinya berdiri di pintu yang membatasi kedua ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa menjawab, Sofwy langsung masuk ke dalam toilet. Seorang saksi mendengarkan pembicaraan Sofwy di dalam toilet, terdengar Sofwy bicara kepada seseorang. "Urang bieu ribut jeung Enjang, bieu ditenggel (Saya baru saja ribut dengan Enjang, barusan saya pukul),' begitu yang diucapkan Sofwy," tutur Enjang.
Ketika Sofwy keluar dari toilet, Enjang langsung bertanya, kenapa Sofwy memukulnya. Sofwy mengajak Endang untuk berbicara di luar, namun Enjang tidak mengikutinya. "Saya nggak ingin ribut. Kalau ribut berita yang muncul bukan deklarasi Hade malah aksi pemukulan kader PAN," candanya. Sekitar pukul 17.00 WIB dirinya langsung melaporkan insiden tersebut ke Polwiltabes.
"Dia sudah berani memukul oleh tangannya di depan umum. Kalau tidak saya laporkan buat saya itu kriminalisasi politik.Β Pencemaran nama baik saya juga partai karena dilakukan di depan umum. Kalau dibiarkan akan jadi preseden buruk di PAN. Proses demokratisasi politik tidak boleh ada kekerasan. Jika tidak melaporkan kejadian serupa akan terulang," jelas Enjang.
Enjang menduga aksi pemukulan itu terkait masalah pergantian antar waktu di DPRD. Menurut Enjang, saat deklarasi dirinya masih dalam proses untuk menggantikan posisi Sofwy di Fraksi PAN DPRD Jabar. Pelantikan Endang sendiri baru dilakukan 13 Mei lalu. "Saya sekarang menggantikan beliau (Sofwy-red) di DPRD," tuturnya.
Kini kasus ini ditangani di Polwiltabes Bandung. Rencananya Sofwy akan dimintai keterangan oleh Polwiltabes pada Senin (19/5/2008). Namun hingga pukul 15.00 WIB, Sofwy belum terlihat di kepolisian. (ema/ern)











































