Dua Kader PAN Berseteru, Polisi Turun Tangan

Dua Kader PAN Berseteru, Polisi Turun Tangan

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 19 Mei 2008 15:12 WIB
Bandung - Mungkin banyak yang tidak tahu, di tengah kemeriahan dan mengharu birunya deklarasi pasangan Hade, 10 Februari lalu di Sabuga, Jl Tamansari, sebuah insiden pemukulan terjadi antara kader PAN. Kejadian itu terjadi di ruang transit VIP Sabuga pukul 13.00 WIB sebelum acara deklarasi Hade dimulai.

Insiden pemukulan itu terjadi pada Wakil Ketua DPW PAN Jabar Enjang Tedi yang sekarang menjabat sebagai anggota PAW DPRD Jabar oleh kader PAN Sofwy Irfan. Β 

Dituturkan Enjang saat dihubungi detikbandung, Senin (19/5/2008)Β  di Sabuga ada dua ruang transit VIP. Ahmad Heryawan tengah duduk di salah satu ruangan transit. Enjang mengaku saat itu dirinya berdiri di pintu yang membatasi kedua ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu wartawan sedang makan siang.Β  Tiba-tiba Sofwy memasuki ruangan, tanpa ada kata apapun dia langsung malayangkan kepalannya ke tulang pipi sebelah kanan Enjang. "Persis di tulang kering di bawah mata," tuturnya. Pukulan itu meninggalkan memar pada pipi Enjang. Enjang refleks bertanya kenapa Sofwy memukulnya. "Tapi saya nggak ribut waktu itu,"jelasnya.

Tanpa menjawab, Sofwy langsung masuk ke dalam toilet. Seorang saksi mendengarkan pembicaraan Sofwy di dalam toilet, terdengar Sofwy bicara kepada seseorang. "Urang bieu ribut jeung Enjang, bieu ditenggel (Saya baru saja ribut dengan Enjang, barusan saya pukul),' begitu yang diucapkan Sofwy," tutur Enjang.

Ketika Sofwy keluar dari toilet, Enjang langsung bertanya, kenapa Sofwy memukulnya. Sofwy mengajak Endang untuk berbicara di luar, namun Enjang tidak mengikutinya. "Saya nggak ingin ribut. Kalau ribut berita yang muncul bukan deklarasi Hade malah aksi pemukulan kader PAN," candanya. Sekitar pukul 17.00 WIB dirinya langsung melaporkan insiden tersebut ke Polwiltabes.

"Dia sudah berani memukul oleh tangannya di depan umum. Kalau tidak saya laporkan buat saya itu kriminalisasi politik.Β  Pencemaran nama baik saya juga partai karena dilakukan di depan umum. Kalau dibiarkan akan jadi preseden buruk di PAN. Proses demokratisasi politik tidak boleh ada kekerasan. Jika tidak melaporkan kejadian serupa akan terulang," jelas Enjang.

Enjang menduga aksi pemukulan itu terkait masalah pergantian antar waktu di DPRD. Menurut Enjang, saat deklarasi dirinya masih dalam proses untuk menggantikan posisi Sofwy di Fraksi PAN DPRD Jabar. Pelantikan Endang sendiri baru dilakukan 13 Mei lalu. "Saya sekarang menggantikan beliau (Sofwy-red) di DPRD," tuturnya.

Kini kasus ini ditangani di Polwiltabes Bandung. Rencananya Sofwy akan dimintai keterangan oleh Polwiltabes pada Senin (19/5/2008). Namun hingga pukul 15.00 WIB, Sofwy belum terlihat di kepolisian. (ema/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads