Awalnya, seorang mahasisiwi ITB yang duduk di sayap selatan auditorium, Surani diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para panelis. Selepas Surani mengajukan pertanyaannya dia langsung mempersilahkan kawan-kawannya yang sejak tadi berkumpul di belakangnya untuk membacakan pernyataan sikap.
Pernyataan sikap yang mewakili Gema ITB, BEM Unpas, BEM ITB, dan KM Unpad ini dibacakan oleh Muhammad Rihan dari Gema ITB. Rihan membacakan pernyataan sikap itu dengan lantang. Otomatis semua mata yang hadir dalam auditorium Sabuga langsung tertuju pada Rihan. Rihan menyerukan penolakan rencana kenaikan BBM yang dianggap bukan solusi tepat terhadap kondisi bangsa yang kian buruk. Mereka pun menolak adanya komersialisasi pendidikan. Yang mana hanya 30 persen dari kuota masyarakat yang bisa menikmati pendidikan, selebihnya adalah orang-orang yang bermodal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sempat membuat ruangan auditorium hening, pembacaan pernyataan sikap itu berlangsung aman. Seminar yang menghadirkan panelis Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso, Rektor ITB, Djoko Santoso dan Pakar Lingkungan Hidup Emil Salim kembali berjalan lancar.
(ema/ema)










































