Aksi Tolak BBM Mencuat Dalam Seminar Nasional di Sabuga

Aksi Tolak BBM Mencuat Dalam Seminar Nasional di Sabuga

- detikNews
Sabtu, 17 Mei 2008 13:32 WIB
Bandung - Aksi penolakan kenaikan BBM kembali mewarnai seminar nasional 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Sabuga, Jl Tamansari, Sabtu (17/5/2008). Jika sebelumnya aksi dilakukan di depan gerbang Sabuga, kini aksi malah mencuat di tengah-tengah sesi tanya jawab seminar.

Awalnya, seorang mahasisiwi ITB yang duduk di sayap selatan auditorium, Surani diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para panelis. Selepas Surani mengajukan pertanyaannya dia langsung mempersilahkan kawan-kawannya yang sejak tadi berkumpul di belakangnya untuk membacakan pernyataan sikap.   

Pernyataan sikap yang mewakili Gema ITB, BEM Unpas, BEM ITB, dan KM Unpad ini dibacakan oleh Muhammad Rihan dari Gema ITB. Rihan membacakan pernyataan sikap itu dengan lantang. Otomatis semua mata yang hadir dalam auditorium Sabuga langsung tertuju pada Rihan. Rihan menyerukan penolakan rencana kenaikan BBM yang dianggap bukan solusi tepat terhadap kondisi bangsa yang kian buruk. Mereka pun menolak adanya komersialisasi pendidikan. Yang mana hanya 30 persen dari kuota masyarakat yang bisa menikmati pendidikan, selebihnya adalah orang-orang yang bermodal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, mereka menolak penyelenggaraan seminar nasional tersebut karena seminar hasil kerjasama Forum Rektor dan ITB tersebut didukung Eka Tjipta Foundation. Di mana Eka Tjipta diduga sebagai obligor dalam kasus BLBI yang juga belum tuntas.

Meski sempat membuat ruangan auditorium hening, pembacaan pernyataan sikap itu berlangsung aman. Seminar yang menghadirkan panelis Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso, Rektor ITB, Djoko Santoso dan Pakar Lingkungan Hidup Emil Salim kembali berjalan lancar.
(ema/ema)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini