Hal ini dikatakan Manager Umum taksi Kota Kembang dan taksi Kota Metropolitan Ade Sukadi. Ade mengharapkan pemerintah lebih baik tidak menaikan BBM untuk angkutan umum plat kuning, salah satunya adalah taksi.
Sebab bila BBM naik, biaya operasional akan menjadi tinggi dan pendapatan pun akan berkurang. "Belum lagi ditambah maintenance yang akan naik. Nah ini membuat perusahaan taksi akan menjadi kolaps," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jl Ibrahim Adjie (Kiara Condong), Kamis (15/5/2008).
Ade menuturkan dampak kenaikan BBM di tahun 2005 lalu sampai saat ini belum pulih pada bisnis taksi. Dilihat dari kencenderungan produktivitas operasional yang berkurang. "Apalagi kalau ini ditambah BBM naik akan membuat kita makin kolaps lah," tuturnya.
Solusi yang mungkin akan dilakukan jika kenaikan BBM terjadi, lanjut Ade, khususnya perusahaan taksi Kota Kembang dan Kota Metropolitan yang semula menggunakan tarif bawah akan menggunakan tarif atas.
Tarif bawah yaitu dari mulai buka pintu Rp 4 ribu dengan kalibrasi Rp 2 ribu per kilometer. Sedangkan tarif atas dari mulai buka pintu Rp 5 ribu dengan kalibrasi Rp 2500 per kilometer. "Cuma tentu saja ini ada risikonya, kalau menggunakan tarif atas penumpang akan tambah berkurang," keluhnya.
(ema/ern)











































