Demikian disampaikan Kapolresta Cimahi AKBP Eko Budi Sampurno saat dihubungi detikbandung.com melalui telepon, Rabu (14/5/2008). "Wartawan Elshinta ini kebetulan punya usaha, jualan rongsokan. Nah sudah tiga hari korban ketemu dengan pelaku. Setiap ketemu disapa. Namun katanya bukan warga sekitar," ungkapnya.
Menurut Eko, kemungkinan besar para pelaku telah mempelajari gerak-gerik korban. "Para pelaku ini telah merencanakan perampokan. Selama tiga hari ini mereka mempelajari gerak gerik korban. Memantau kapan korban bawa uang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya modus perampokan ini sama dengan peristiwa perampokan di Polres Bandung Barat, di mana korban dihadang dan dibacok setelah diamati beberapa hari sebelumnya. "Kami akan selidiki kasus ini secara intensif dengan mempelajari modus yang sama di Polres lainnya," jelasnya.
Sahrozi (45), wartawan Elshinta di Bandung dibacok oleh dua orang tak dikenal di dekat rumahnya di Komplek Suaka Indah Kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi, pukul 08.30 WIB Rabu (14/5/2008). Si pembacok berhasil menggondol tas milik Sahrozi yang berisi uang Rp 15 juta.
(ern/ern)










































