Ny Eni (46), ibunda Fitri saat ditemui detikbandung di kediamannya di Jalan Desa RT 2 RW 3 Kelurahan Babakan Surabaya Kecamatan Kiaracondong, Selasa (13/5/2008) mengaku belum mendapatkan kabar sama sekali dari putri satu-satunya tersebut. Fitri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dimana kakak dan adiknya adalah laki-laki.
"Kami sudah pasrah tapi tetap mencari. Setiap malam sehabis shalat saya selalu berdoa agar anak saya baik-baik saja, bisa makan dan tidak terjerumus sama kegiatan yang aneh-aneh. Saya mohon agar Allah memberikan petunjuk dia ada dimana," tutur Eni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski diyakini Fitri ikut aliran Alquran Suci mengingat coretan yang dia tinggalkan di kamarnya mengenai gerakan ini, Eni mengaku kurang percaya. "Anak saya pas pergi bawa ijazahnya, pasti dia mau kerja. Lagipula kalau dia engga kerja, bagaimana dia makan," ujarnya dengan tatapan menerawang.
Lebih lanjut dia menuturkan pada 12 Mei 2008 lalu, dirinya beserta keluarga membuat tumpeng untuk merayakan hari ulangtahun Fitri ke 20 tahun. "Teman-temannya pada datang. Saya sedih sekali," lirihnya.
Fitri hilang sejak September 2007 silam. Dia dibawa Achriani Yulvie yang juga dinyatakan hilang oleh kedua orangtuanya. Berdasarkan pengakuan rekan Achriani, mereka berdua mengikuti kelompok Alquran Suci. Belakangan Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) FUUI pun mengendus keberadaan kelompok ini. TIAS FUUI meyakini kelompok Alquran Suci sama dengan kelompok Al Haq dan juga NII.
(ern/ern)










































