Demikian disampaikan Pengamat Pemerintahan dan Politik Unpar Asep Warlan saat berbincang dengan detikbandung melalui telepon, Selasa (13/5/2008). "Dengan posisinya sebagai kepala daerah, nantinya khawatir ada beban psikologis di bawahan kalau harus membeli produk yang dia bintangi. Ingat ya, jadi bintang iklan itu bukan hanya sekedar syutingnya, tapi melekatnya produk itu pada dirinya. Nah jika seperti ini tidak baik," jelasnya.
Selain itu, lanjut Asep, Dede Yusuf yang menjadi bintang iklan sebuah sepeda motor bisa saja akan mempengaruhi kebijakannya saat pengadaan barang. "Contoh akan ada pengadaan sepeda motor, nah bisa saja kan motor yang dibintangi Dede Yusuf yang dipilih hanya karena kepala daerah jadi bintang iklan itu," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seyogyanya sebagai negarawan yang mempunyai kearifan, Dede Yusuf mundur dari bintang iklan. Jangan sampai orang-orang mengkait-kaitkan suatu produk dengan dirinya, saya rasa itu melanggar etika publik dan etika pemerintahan," tegas Asep.
Β
(ern/ern)










































