Antrean Elpiji Kembali Mengular

Antrean Elpiji Kembali Mengular

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 13 Mei 2008 09:37 WIB
Bandung - Kembali antrean elpiji mengular di dealer PT Limas Raga Inti, Jalan Emong, Selasa (13/5/2008). Antrean panjangnya hingga depan sekolah BPI, Jalan Burangrang atau sekitar 300 meter lebih.

Pantauan detikbandung pukul 09.00 WIB, antrean yang didominasi laki-laki sudah mencapai depan sekolah BPI. Antrean dibuat dua baris. Akibatnya arus lalu lintas Jalan Burangrang sedikit tersendat. Sejak pukul 06.00 WIB, jalan dari arah Burangrang menuju Jalan Emong ditutup. Sementara dari arah Karapitan ke Jalan Emong masih dibuka. Namun karena warga yang antre memakan banyak badan jalan, maka kendaraan dari arah Karapitan pun tersendat.

Menurut salah seorang pembeli, Ucok Ambarita (41), dirinya datang pukul 02.00 WIB  dengan membawa 10 tabung. Ucok merupakan penjual elpiji di Karees. "Saya bermalam disini, biar bisa kebagian," tuturnya kepada detikbandung saat sedang mengantre di Jalan Emong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan Pertamina yang membatasi penjualan elpiji satu orang satu tabung, membuat Ucok mengambil jasa kuli. "Saya bayar per orang per tabung Rp 15 ribu. Sementara saya jual elpiji ke konsumen Rp 85 ribu," ujar Ucok.

Sementara itu Dadang (32), kuli antre elpiji mengatakn meski ada kebijakan mencelupkan jari ke tinta, namun dirinya bisa mengakalinya. "Saya sudah tiga kali antre sejak pagi tadi. Pertama antre saya pakai sweater, kedua antre sweater saya buka dan ketiga saya pakai topi. Kalau menghilangkan tinta gampang pakai bensin saja," ungkapnya.

(ern/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads