Massa Tendang Jeriken Minah ke Arah Gedung Sate

Massa Tendang Jeriken Minah ke Arah Gedung Sate

- detikNews
Senin, 12 Mei 2008 12:02 WIB
Bandung - Jika tadi pagi perwakilan perempuan yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, giliran siang sekitar 150 orang yang mayoritas laki-laki yang demonstrasi, Senin (12/5/2008). Mereka menendang jeriken minyak tanah ke arah gerbang sebagai bentuk penolakan kebijakan pemerintah anti rakyat.

Seratusan orang dari Front Rakyat Bersatu (FRB) yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertamina, Jalan Wirayudha, bergerak ke depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Dua organisasi perempuan yang sebelumnya gelar aksi unjuk rasa yaitu PUAN dan KPB sudah pulang lebih dulu sebelum massa FRB datang.

Sama seperti di depan kantor Pertamina, massa pun berorasi sambil membawa korek kuping raksasa untuk SBY-JK karena dinilai tuli dengan jeritan rakyat kecil. Kemudian mereka melakukan performance art dengan menendang beberapa kali jeriken minyak tanah sebagai wujud penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang anti rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selang 30 menit kemudian, sekitar pukul 11.45 WIB, datang puluhan orang dari Front Rakyat Menggugat (FRM) Jabar dari arah RRI. Mereka pun menolak rencana kenaikan BBM. Akhirnya dua kelompok massa ini bersatu.

Daripada menaikkan harga BBM, mereka meminta pemerintah menasioanlisasi aset bangsa yang kini dikuasai oleh asing. Massa pun mendesak pemerintah untuk menyita harta koruptur untuk subsidi BBM. Dalam orasinya, massa pun mendesak pemerintah untuk melepaskan ketergantungan kepada dunia internasional.

Jika pemerintah tidak sanggup, maka massa mendesak presiden SBY dan Wapres JK untuk mundur.

Polisi sendiri terlihat menjaga ketat gerbang Gedung Sate. Mereka membentuk barikade tiga lapis. (ern/ern)


Berita Terkait