Lupus Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Lupus Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 10 Mei 2008 11:59 WIB
Bandung - Untuk kaum perempuan sepertinya harus lebih waspada. Penyakit lupus yang sampai saat ini belum ada obatnya ternyata lebih banyak menyerang perempuan.

Menurut salah seorang dokter spesialis kulit dari FK Unpad Sudigdo Adi saat ini lupus paling banyak menyerang perempuan usia produktif. Hal itu bisa disebabkan faktor hormonal juga genetik.

Dalam seminarnya di hari lupus sedunia, aula barat ITB, Jl Tamansari, Sabtu (10/5/2008) Sudigdo mengatakan lupus yang menyerang kulit bisa diobati. Namun untuk yang menyerang tubuh bagian dalam sulit diobati.

Menurut Sudigdo, adanya mitos bahwa Odapus tidak boleh kepanasan dan pulang malam tidaklah benar.  "Sudahlah jangan dibikin berat atau ribet. Orang normal saja tidak boleh kepanasan dan pulang malam," ujarnya.

Orang yang mempunyai penyakit lupus, lanjut Sudigdo, tak perlu berlebihan dikontrol dengan didampingi teman-temannya. "Kasihan juga kalau mereka terus diperhatikan berlebihan.


Lupus Ganggu Sistem Imun

Lupus adalah penyakit yang disebabkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Pada penyandang lupus, sistem imun tubuh yang berfungsi melindungi tubuh malah menyerang tubuh.

Akibatnya, jaringan tubuh penyandang lupus bisa mengalami pembengkakan atau  kerusakan ringan atau berat. Imunitas tubuh yang aktif tersebut mungkin saja menyerang organ tubuh lain seperti persendian, kulit, ginjal, hati, paru-paru, pembuluh darah dan otak dengan gejala berbeda-beda pada setiap penyandang.

Para ahli memperkirakan penyakit ini disebabkan gabungan beberapa faktor genetik lingkungan dan hormonal. Umumnya gejala lupus yaitu merasa kelelahan sakit atau bengkak pada persendian, demam tanpa sebab, ruam di kulit dan masalah ginjal.

Lupus merupakan penyakit kompleks karena belum diketahui penyebabnya dan cara pengobatannya.
(ema/ema)



Berita Terkait